Selasa, 03 November 2015

BENCANA ALAM DI PULAU NUSATENGGARA

TUGAS GEOLOGI INDONESIA
BENCANA ALAM DI PULAU NUSATENGGARA



 
OLEH:
Kelompok IV
Geogarfi B 2013
Sahrul H. Banat
Frangki Maswito Usman
Taufik Abdullah
Dwi Fitri Muna Indasari
Ni Kadek Sriyanti
Selvita R.M Taid
Dosen Pembimbing
Intan Noviantari Manyoe, S.Si., M.T
Program Studi S1 Pendidikan Geografi
Jurusan Ilmu & Teknologi Kebumian
Fakultas Matematika & Ilmu Pengetahuan Alam
UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO
2015




Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), termasuk wilayah yang rawan terkena bencana alam, di lihat dari gambar di atas sebagian besar wilayah NTB rawan terkena bencana alam, wilaya lombok barat, lombok timur, sumbawa, bima merupakan daerah yang paling rawan terkena ancaman benacana alam, sedangkan untuk wilayah Lombok Utara dan Kota Bima termasuk kategori rendah terkena benacana alam. Ancaman bencana yanag ada di NTB anatara lain banjir, Gempabumi, Tsunami, Kebakaran Permukiman, Kekeringan, Cuaca Ekstrem, Longsor, Gunungapi, Abrasi, Kebakaran Hutan dan Lahan, Konflik Sosial, Epidemi dan Wabah Penyakit.
Di sisi timur kaldera terdapat Gunung Baru (atau Gunung Barujari) yang memiliki kawah berukuran 170m×200 m dengan ketinggian 2.296 - 2376 m dpl. Gunung kecil ini terakhir aktif/meletus sejak tanggal 2 Mei 2009 dan sepanjang Mei, setelah sebelumnya meletus pula tahun 2004.Jika letusan tahun 2004 tidak memakan korban jiwa, letusan tahun 2009 ini telah memakan korban jiwa tidak langsung 31 orang, karena banjir bandang pada Kokok (Sungai) Tanggek akibat desakan lava ke Segara Anak.Sebelumnya, Gunung Barujari pernah tercatat meletus pada tahun 1944 (sekaligus pembentukannya), 1966, dan 1994.
NTT merupakan provinsi kepulauan dengan luas sekitar 48.718,10 km persegi yang terdiri lebih dari 560 pulau, dengan tiga pulau utama adalah Flores, Sumba dan Timor Barat. Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk daerah yang rawan terkena bencana alam seperti, Banjir, Gempa bumi, Tsunami, Kebakaran Permukiman, Kekeringan, Cuaca Ekstrem, Longsor, Gunungapi, Abrasi, Kebakaran Hutan dan Lahan, Konflik Sosial, Epidemi dan Wabah Penyakit. Dengan indeks ancaman bencana alam tertinggi wilayah Sikka, flores Timur, da manggarai, sedangkan indeks ancaman kategori sedang terdapat di daerah sumbah tenga, dan sabu raijua.
Di wilayah NTT, terdapat 11 gunung api yaitu Gunung Ine Like, Ebu Lobo, Iya, Kelimutu, Roka Tenda, Lewo Tobi (Laki–laki), Lewo Tobi (Perempuan), Lera Boleng, Ile Boleng, Ile Lewotolo dan Gunung Ile Werung. Dari gunung-gunung yang ada, mengalir sekitar 40 Sungai besar dimana yang terbesar adalah Sungai Kambaniru (118 km), Benanain (100 km), Noelmina (90 km) dan Wanokaka (80 km). 
Gunung Egon adalah sebuah gunung berapi yang terletak di Kabupaten Sikka, Pulau Flores, provinsi Nusa Tenggara Timur,Indonesia. Gunung ini memiliki tinggi 1.703 meter dari permukaan laut. Egon kembali aktif pada 2006 setelah vakum selama 75 tahun. Egon tercatat meletus dahsyat pada 1925.
Gunung-gunung api yang aktif itu di antaranya adalah Gunung Sirung di Alor; Lewotobi Lakilaki dan Perempuan (Flores Timur); Ile Ape, Lewotolok, dan Hobalt (Lembata); Ranaka dan anak Ranaka (Manggarai); Ine Rie dan Ebulobo (Ngada), serta Rokatenda dan Egon (Sikka).
Dari 17 gunung api itu, sejak 2000, hanya tiga gunung yang meletus, yakni Sirung, Rokatenda, dan Hobalt yang berada di dalam laut. Sedangkan gunung api lainnya hanya menunjukkan peningkatan aktivitas dan kembali normal. (Baca: Tahun Baru, Dilarang Menginap di Puncak Gunung Api.)
Terakhir, gunung api yang meletus adalah Rokatenda di Sikka, mengakibatkan lima orang tewas dan ratusan lainnya mengungsi. Gunung dengan ketinggian 875 meter di atas permukaan laut itu terakhir kali meletus pada 2 Februari 2013.



Referensi
BNPB. 2011. Indeks Rawan Bencana Indonesia. Jakarta. Deputi Bidang Pencegahan Dan Kesiapsiagaan.
Di ambil dari. http://nasional.tempo.co/read/news/2015/01/22/058636622/17-gunung-api-di-ntt-aktif di akses pada 25-oktober-2015


Tidak ada komentar:

Posting Komentar